Visitor Frequency :

Visitor

free counters

Follower's List :

About Me

Heatsune
Meee was known as Desperado Blaster
Lihat profil lengkapku
Kamis, 17 Maret 2011

Death Ray Buatan Eric Jacqmain

Seorang Remaja AS Temukan Senjata “Death Ray”
Ilmuwan besar AS yang sempat menjadi asisten Thomas Alva Edison, Nikola Tesla, sempat mengajukan konsep senjata Death Ray yang sangat mematikan yang disebut Tesla's Death Ray. Namun, hingga Tesla meninggal, belum ada yang benar-benar menemukan prototipe Death Ray milik Tesla, yang diklaim mampu menghancurkan obyek musuh dari jarak yang sangat jauh.


Seperti yang dikatakan Daily Mail, belum lama ini seorang remaja asal AS berhasil membuat sebuah senjata Death Ray dalam skala yang lebih kecil. Eric Jacqmain, pemuda 19 tahun asal Indiana AS, berhasil membuat sebuah alat yang ia namakan Solar Death Ray 5800.Ia memang memiliki konsep yang agak berbeda dengan Death Ray besutan Tesla, karena temuan Jacqmain tidak menggunakan elektromagnet, melainkan memanfaatkan kekuatan panas matahari.

Solar Death Ray terbuat dari antena parabola berbahan fiberglass, yang memiliki 5800 potongan cermin kecil yang mampu merefleksikan sinar matahari ke satu titik fokus yang sama. Hasilnya, alat itu mampu melelehkan baja, aluminium, melubangi beton, dan membakar segala benda yang diletakkan di titik fokusnya. Jacqmain mengklaim, panas yang bisa dihasilkan oleh alat itu adalah 5000 kali dari panas matahari di permukaan bumi.

"Saya sempat membuat karbon menjadi uap, dengan suhu lebih dari 6500 derajat fahrenheit atau sekitar 3600 derajat celcius,” kata Jacqmain.Sayang,alatnya itu telah musnah. Sebuah kecelakaan yang tak disengaja, membuat alat itu menyebabkan kebakaran yang kemudian menghanguskan alat itu sendiri.

Namun, Jacqmain tak putus asa. Kini ia tengah mengembangkan Solar Death Ray lain yang berkekuatan lebih besar, yakni menggunakan 32 ribu reflektor kecil. Oleh karenanya, alat yang akan dibuatnya ini hendak ia namakan Solar Death Ray 32000.

0 komentar: